Disparpora Pemalang Gelar Festival Film Pelajar Pemalang

867
0

Kabar Pemalang – Dinas Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Pemalang melalui Bidang Sarana Prasarana dan Ekonomi Kreatif bersama Pemalang Sinematografi menyelenggarakan Festival Film Pejalar Pemalang pada Sabtu (28/9/2019) di Hotel Winner Pemalang. Konten kegiatan dalam festival film ini antara lain seperti festival film, workshop perfilman, pemutaran film dan diskusi seputar film.

Festival ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Drs. Sapardi, M.Si. Dalam sambutannya beliau berpesan agar para pelajar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu dan pengalaman dalam bidang film. Serta dapat memberi motivasi bagi para pelajar untuk terus berkarya.

Festival film diiikuti oleh delapan sekolah tingkat SMA/SMK antara lain  SMK Satya Praja 1 Petarukan, SMAN 1 Randudongkal, SMAN 1 Comal, SMAN 2 Pemalang, SMAN 3 Pemalang, SMK Satya Praja 3 Pemalang, SMK Texmaco Pemalang, dan SMAN 1 Pemalang. Sedangkan workshop diikuti kurang lebih 50 pelajar.

SMAN 1 Comal dan SMAN 1 Randudongkal mendominasi peraih penghargaan. SMAN 1 Comal menerima dua penghargaan sekaligus yaitu sebagai peraih Film Terbaik dan Sutradara Terbaik, sedangkan SMAN 1 Randudongkal meraih penghargaan sebagai Penulis Skenario Terbaik, Kameramen Terbaik dan Editing Terbaik. Untuk penghargaan film favorit diraih oleh perwakilan dari SMAN 2 Pemalang.

Menurut pelaksana kegiatan, Krisna kegiatan festival ini bertujuan untuk menumbuhkan dan menggali pelajar kreatif sekaligus melihat peta pelajar mana saja yang dapat membuat film. Harapannya ke depan jika diadakan lagi kegiatan yang sama, peserta dapat lebih banyak lagi termasuk dari wilayah Pemalang Selatan.

Syarif Hidayat (Editor Film Preman Pensiun) salah satu juri sekaligus pemateri Workshop Kelas Editing menyambut positif festival ini untuk memberikan ruang bagi pelajar kreatif di bidang film sekaligus menjadi tempat untuk menggali ilmu tentang perfilman. Di Indonesia sendiri masih terbatas daerah-daerah yang menyediakan tempat atau ruang para pelajar untuk berkarya.

“Perlu adanya perpustakaan film sebagai referensi untuk belajar editing film. Penting juga dibuat semacam komunitas yang menyediakan acara nonton bareng dan selepasnya dilakukan diskusi seputar film yang ditonton tersebut “, imbuhnya kepada Kabar Pemalang.

Tommy Taslim (Pengelola Festival Film Pelajar Yogyakarta) berpesan agar para pelajar harus sadar akan tujuan membuat film agar dapat merumuskan hal-hal untuk menguatkan dirinya dari ide gagasan, keterampilan, publikasi karya, pengembangan diri berteman dengan jaringan para pembuat konten dari berbagai daerah.

“Untuk dapat lebih kreatif dalam membuat film para pelajar harus sering latihan dan membuat karya, setelah itu dievaluasi dengan berbagai pihak yang dapat membantu dalam pengembangan pembuatan film seperti sesama komunitas film, komunitas media”, tambah Tomi.

Kegiatan Festival ini didukung oleh Biznet, Rokupang Pemalang dan Komunitas Media Sosial Pemalang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here